Dalam pandangan mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, pahala bacaan Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah, dapat sampai kepada mayit jika dibacakan dengan niat ikhlas dan menghadiahkan pahalanya untuk si mayit.
Hal ini berdasarkan keumuman dalil tentang keutamaan bersedekah dan mendoakan mayit, serta praktik para sahabat seperti Ibn Umar dan lainnya yang pernah menghadiahkan pahala bacaan untuk orang yang telah meninggal.
Namun, perlu dicatat bahwa sebagian ulama seperti Mazhab Hambali dalam riwayat yang lebih kuat dan sebagian ulama kontemporar menyatakan bahwa yang sampai kepada mayit hanyalah doa dan sedekah, bukan pahala bacaan Al-Qur'an itu sendiri.
Namun pendapat yang menyatakan sampainya pahala bacaan Al-Qur'an lebih masyhur dan diamalkan oleh banyak umat Islam. Yang terpenting adalah memperbanyak doa dan sedekah untuk mayit, karena itu disepakati keutamaannya. Wallahu a'lam.
Amalan familiar
Dalam tradisi umat Islam, membaca Surat Al Fatihah lalu menghadiahkannya kepada orang yang telah meninggal dunia merupakan amalan yang sangat familiar, terutama di Indonesia oleh Kaum Nahdhiyin.
Amalan ini biasa dilakukan setelah shalat, saat ziarah kubur dalam tahlilan, maupun doa keluarga. Meski tampak sederhana, praktik ini menyimpan makna spiritual yang dalam dan memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Dasar Bolehnya Mengirimkan Al Fatihah
Mengenai menghadiahkan bacaan surat Al-fatihah kepada orang yang sudah meninggal, ada perselisihan di kalangan para ulama.
Ada yang berpendapat pahalanya tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal, tetapi ada pula yang menyatakan pahalanya sampai.
Salah satu pendapat yang memperbolehkan mengirimkan doa dan dzikir untuk orang yang sudah meninggal, termasuk bacaan surat Al-Fatihah adalah Ibnu Qudamah dalam kitabnya Syarh Al Kabir.
وأي قربة فعلها وجعل ثوابها للميت المسلم نفعه ذلك
Artinya: “Ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya.”
Dalam pandangan 4 Mazhab, tidak ada yang melarang mutlak mengirimkan Al Fatihah kepada orang yang meninggal. Mazhab Hanafi dengan tegas memperbolehkan, sementara mazhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali terbelah menjadi dua, sebagian memperbolehkan dan sebagian melarang.
Bacaan Surat Al Fatihah
Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Latin:
Bismillaahir raḫmaanir-raḫiim, Alḫamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin,
Ar rahmaanir rahiim, maaliki yaumid diin, iyyaaka na‘budu wa iyyaaka nasta‘iin,
Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladziina an‘amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa ladh dhaalliin. Aamiin.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.
Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.
Tata Cara Menghadiahkan Surat Al Fatihah
Sebelum menghadiahkan surat Al Fatihah, didahului dengan mengkhususkan orang-orang yang akan dikirimi bacaan surat Al Fatihah.
Berikut urut-urutannya
Amalan familiar
Dalam tradisi umat Islam, membaca Surat Al Fatihah lalu menghadiahkannya kepada orang yang telah meninggal dunia merupakan amalan yang sangat familiar, terutama di Indonesia oleh Kaum Nahdhiyin.
Amalan ini biasa dilakukan setelah shalat, saat ziarah kubur dalam tahlilan, maupun doa keluarga. Meski tampak sederhana, praktik ini menyimpan makna spiritual yang dalam dan memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Dasar Bolehnya Mengirimkan Al Fatihah
Mengenai menghadiahkan bacaan surat Al-fatihah kepada orang yang sudah meninggal, ada perselisihan di kalangan para ulama.
Ada yang berpendapat pahalanya tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal, tetapi ada pula yang menyatakan pahalanya sampai.
Salah satu pendapat yang memperbolehkan mengirimkan doa dan dzikir untuk orang yang sudah meninggal, termasuk bacaan surat Al-Fatihah adalah Ibnu Qudamah dalam kitabnya Syarh Al Kabir.
وأي قربة فعلها وجعل ثوابها للميت المسلم نفعه ذلك
Artinya: “Ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya.”
Dalam pandangan 4 Mazhab, tidak ada yang melarang mutlak mengirimkan Al Fatihah kepada orang yang meninggal. Mazhab Hanafi dengan tegas memperbolehkan, sementara mazhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali terbelah menjadi dua, sebagian memperbolehkan dan sebagian melarang.
Bacaan Surat Al Fatihah
Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Latin:
Bismillaahir raḫmaanir-raḫiim, Alḫamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin,
Ar rahmaanir rahiim, maaliki yaumid diin, iyyaaka na‘budu wa iyyaaka nasta‘iin,
Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladziina an‘amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa ladh dhaalliin. Aamiin.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.
Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.
Tata Cara Menghadiahkan Surat Al Fatihah
Sebelum menghadiahkan surat Al Fatihah, didahului dengan mengkhususkan orang-orang yang akan dikirimi bacaan surat Al Fatihah.
Berikut urut-urutannya
1. Surat Al Fatihah dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Keluarganya
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ ، لَهُمُ الفَاتِحَة
Ila hadhratin nabiyyil musthafaa sayyidinaa Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa aalihi wa azwaajihi wa aulaadihi wa dzurriyyaatihi lahumul faatihah.
Kepada yang terhormat Nabi Muhammad, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.
2. Surat Al Fatihah Dihadiahkan kepada Para Sahabat dan Orang-orang Sholeh
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، لَهُمُ الفَاتِحَة
Tsumma ilaa hadhrati ikhwaanihi minal anbiyaa’i wal mursaliin wal auliyaa’i wasy syuhadaa’i wash shaalihiin wash shahaabati wat taabi‘iin wal ‘ulamaa’il ‘aamiliin wa jamii‘il malaaikatil muqarrabiin, lahumul faatihah.
Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), semua malaikat Muqarrabin. Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.
3. Surat Al Fatihah Dihadiahkan untuk Ahli Kubur dan Para Leluhur
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا، لَهُمُ الفَاتِحَة
Tsumma ilaa jamii‘i ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati khushushan ilaa abaa’inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaakhinaa wa liman aḫsana ilainaa, lahumul faatihah.
Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, dan mereka yang telah berbuat baik kepada kami, Bagi Mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.
4. Menghadiahkan Surat Al Fatihah Ahli Kubur untuk yang Disebut Namanya.
Terakhir adalah menghadiahi orang yang diziarahi dengan bacaan surat Al Fatihah.
a. Untuk ahli kubur laki-laki
خُصُوصًا إِلٰى رُوحِ (......) لَهُ الْفَاتِحَة
Khususon ilaa ruhii (sebutkan Namanya) lahu Al Faatihah.
b. Khusus untuk ruh (sebutkan Namanya) untuknya (pahala membaca) surat Al Fatihah.
Untuk ahli kubur perempuan
خُصُوصًا إِلٰى رُوحِ (......) لَهَا الْفَاتِحَة
Khususon ilaa ruhii (sebutkan Namanya) laha Al Faatihah.
Khusus untuk ruh (sebutkan Namanya) untuknya (pahala membaca) surat Al Fatihah
c. Untuk ahli kubur lebih dari satu
خُصُوصًا إِلٰى اَرْوَاحِ (......) لهُمُ الفَاتِحَة
Khususon ilaa arwahi (sebutkan nama-namanya) Lahumul Faatihah.
Khusus untuk ruh-ruh (sebutkan nama-namanya) Bagi mereka (pahala membaca) surat Al Fatihah.
Doa Setelah Mengirim Al Fatihah
Setelah selesai mengirimkan Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca doa berikut.
Arab:
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا قِرَاءَتَنَا سُورَةَ الْفَاتِحَةِ
وَأَهْدِ ثَوَابَهَا إِلَى رُوحِ عَبْدِكَ (فُلَانٍ/فُلَانَةٍ)
وَاغْفِرْ لَهُ وَلَهَا، وَارْحَمْهُ وَارْحَمْهَا
وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَوَسِّعْ قَبْرَهُ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُ
وَاجْمَعْنَا بِهِ فِي دَارِ كَرَامَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin:
Allāhumma taqabbal minnā qirā’atanā sūratal-Fātiḥah,
Wa ahdi tsawābahā ilā rūḥi ‘abdika (fulān/fulānah),
Waghfir lahu wa lahā, warḥamhu warḥamhā,
Wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu,
Wa wassi‘ qabrahu wa nawwir lahu fīhi,
Waj‘alil-jannata matswāhu,
Wajma‘nā bihī fī dāri karāmatika yā arḥamar-rāḥimīn.
Artinya:
Ya Allah, terimalah dari kami bacaan Surat Al-Fatihah ini.
Sampaikanlah pahalanya kepada ruh hamba-Mu (nama).
Ampunilah dosa-dosanya, rahmatilah ia, sejahterakan dan maafkan kesalahannya.
Lapangkan dan terangkan kuburnya, jadikan surga sebagai tempat tinggalnya.
Dan kelak kumpulkanlah kami bersamanya di tempat kemuliaan-Mu,
wahai Dzat Yang Maha Penyayang.
Demikian tatacara menghadiahkan surat Al-Fatihah bagi yang sudah meninggal dunia. Semoga bermanfaat.
(Dari berbagai sumber).



