Selasa, 09 Juni 2026

Sabar Cara Karta: "BUKANLAH KELEMAHAN YANG PASRAH"



Di suatu senja yang merah menitikkan embun di ujung daun talok, hiduplah seorang tua bernama Karta. Tubuhnya ringkih bagai bilah bambu termakan usia. Namun matanya jernih bagai telaga di kaki gunung yang tak pernah keruh diterpa lumpur. Ia tinggal sebatang kara di gubuk reyot tepian sungai.  Setelah anak dan istrinya pergi meninggalkan luka yang tak pernah sembuh.

Setiap pagi, Karta duduk di atas batu besar menatap aliran sungai yang berliku. Tetangga sering berkata, "Mengapa kau tak meratapi nasib, Karta? Hidupmu penuh duri, tak berbuah manis."Namun Karta hanya tersenyum, bibirnya yang kering mengulum sabar sebagaimana kerbau mengunyah rumput pahit dan mengubahnya menjadi susu.

Pada suatu hari, seorang saudagar kaya lewat di hadapannya. Saudagar itu terheran melihat Karta yang tetap tersenyum meskipun perutnya keroncongan menahan lapar. "Wahai Karta, bukankah sabar itu batasnya ada? Mengapa kau diam saja dihinakan zaman?"

Maka Karta pun berkata dengan suara lirih bagai bisik angin di sela ilalang, "Tuan, lihatlah sungai ini. Ia sabar mengalir, tak pernah memaksa airnya berbalik ke hulu. Namun lihatlah, pada akhirnya ia sampai ke muara dan bertemu samudra yang luas."

Demikian pula sabar, lanjut Karta, ia bukanlah kelemahan yang pasrah, melainkan kekuatan yang tahu kapan harus diam dan kapan harus bergerak. Sabar adalah menanam benih di tengah kemarau, percaya bahwa hujan akan tiba meskipun langit terlihat tebal mendung hitam.

Saudagar itu terdiam. Ia mengambil sebuah kantung berisi emas dan meletakkannya di pangkuan Karta. Namun Karta menolak dengan halus. "Harta akan habis, tuan. Yang saya perlukan hanya ketenangan seperti air sungai ini, yang sabar mengikis batu karang setahun demi setahun hingga suatu hari batu itu akan menjadi pasir."

Maka saudagar itu mengangguk, mendapat pelajaran lebih berharga daripada seribu keping emas. Dan Karta tetap duduk di atas batu, tersenyum, karena ia tahu sabar bukanlah menunggu tanpa tujuan. Sabar adalah keyakinan yang dirawat setiap hari, laksana mutiara yang terbentuk dari butiran pasir yang sabar ditahan dalam kulit kerang, hingga pada waktunya ia memancarkan cahaya yang tak pernah padam..
(enough four:1. Sabar)



Senin, 08 Juni 2026

Tip Seorang Direktur Rumah Sakit Bagi Lansia


Banyak 'Penyakit' bukanlah Penyakit, melainkan Penuaan Normal.
Seorang Direktur Rumah Sakit memberikan Tips ini kepada orang Lanjut Usia:
Anda tidak sakit, Anda sedang Menua. Banyak kondisi yang Anda anggap sebagai penyakit sebenarnya bukan.

Itu adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang Menua.

1. Ingatan yang buruk bukanlah Alzheimer. Itu adalah mekanisme perlindungan diri dari Otak yang menua. Itu adalah penuaan Otak, bukan penyakit. Jika Anda lupa di mana Anda meletakkan kunci, tetapi Anda dapat menemukannya sendiri, itu Bukan Demensia.

2. Berjalan lambat dan memiliki kaki dan telapak kaki yang tidak stabil bukanlah kelumpuhan, melainkan Degenerasi Otot. Solusinya bukan minum obat, tetapi bergerak terus-menerus.

3. Insomnia, bukanlah penyakit; itu adalah Otak yang menyesuaikan Ritme (Irama)nya. Itu adalah perubahan Pola Tidur. Jangan minum Pil Tidur.
Ketergantungan jangka panjang pada Pil Tidur dan alat bantu tidur lainnya meningkatkan risiko jatuh dan penurunan Kognitif. Obat terbaik bagi Lansia untuk mendapatkan tidur yang Nyenyak adalah dengan mendapatkan lebih banyak Sinar Matahari di Siang hari dan menjaga Jadwal Tidur yang Teratur.

4. Nyeri dan Sakit Badan bukanlah Rematik, melainkan Reaksi Normal terhadap penuaan sistem Saraf. Banyak Lansia mengatakan, "Lengan dan kaki saya sakit di seluruh bagian. Apakah ini Rematik atau Hiperplasia tulang?" Tulang memang menjadi longgar dan menipis, tetapi 99% dari 'Nyeri dan Sakit Badan' bukanlah penyakit, melainkan konduksi Saraf yang lambat yang memperkuat rasa Sakit. Ini disebut Sensitisasi Sentral, perubahan Fisiologis umum pada Lansia. Olahraga adalah Obatnya, bukan Pengobatan.

5. Kolesterol Tinggi. Lansia memiliki kadar Kolesterol yang sedikit lebih tinggi karena mereka telah hidup lebih lama. Kolesterol adalah bahan baku untuk Mensintesis Hormon dan Membran sel. Kadar Kolesterol yang terlalu rendah dapat dengan mudah mengurangi Kekebalan tubuh. Pedoman tekanan darah pada Lansia adalah kecil dari 150/90 mmHg, bukan standar kecil dari 140/90 mmHg untuk orang yang lebih muda. Jangan perlakukan Penuaan sebagai Penyakit.

6. Penuaan bukanlah penyakit; itu adalah perjalanan yang tak terhindarkan yang harus kita nikmati selagi kita masih bisa.

Beberapa kata untuk lansia dan anak - anak mereka:

1. Ingatlah bahwa tidak semua ketidak-kenyamanan adalah penyakit.

2. Banyak Lansia takut akan rasa sakit. Jangan terintimidasi oleh laporan pemeriksaan fisik atau disesatkan oleh iklan.

3. Hal terpenting bagi anak - anak bukanlah membawa orang tua mereka sendirian ke Dokter atau ke rumah sakit, tetapi menemani mereka berjalan - jalan, berjemur, makan, berbicara, dan menjalin hubungan.

Penuaan bukanlah musuh. Itu adalah cara lain untuk mengatakan: "Saya ingin hidup sedikit lebih lama." Tetapi stagnasi adalah musuh!...Ayo Bergerak!...

Seorang Ahli Onkologi berkata:

1. Usia Paruh Baya dimulai pada Usia 50 dan berakhir pada Usia 70.
2. Usia Emas dimulai pada Usia 70 dan berakhir pada Usia 80.
3. Usia Tua dimulai pada Usia 80 dan berakhir pada Usia 90.
4. Umur Panjang dimulai pada Usia 90 dan berakhir dengan Kematian.
5. Masalah Utama Bagi Lansia Adalah Kesepian.

Pasangan biasanya tidak meninggal bersama; salah satu dari mereka meninggal lebih dulu. Pada suatu titik, seorang janda atau duda menjadi beban bagi keluarganya. Itulah mengapa sangat penting untuk tidak kehilangan kontak dengan teman-teman, untuk berkumpul dan berkomunikasi secara sering, agar tidak menjadi beban bagi anak dan cucu Anda. Beban yang mungkin tidak akan pernah mereka  katakan kepada Anda.

6. Rekomendasi pribadi saya adalah jangan kehilangan kendali atas hidup Anda. Ini berarti memutuskan kapan dan dengan siapa pergi keluar, apa yang akan dimakan, bagaimana berpakaian, siapa yang akan dihubungi, jam berapa harus tidur, apa yang akan dibaca, bagaimana bersenang - senang, apa yang akan dibeli, di mana akan tinggal, dll. 

Karena jika Anda tidak dapat melakukan semua hal ini dengan bebas dan mandiri, Anda akan menjadi orang yang menyebalkan dan menjadi beban bagi orang lain.
(Seorang dokter/unknown/wag/06/26)

Kamis, 04 Juni 2026

Sebuah Pesan Dari Group WA: "TRAGEDI MASA PENSIUN"





Di sebuah grup WA alumni SMP / SMA yang seluruh anggotanya rata-rata sudah berusia di atas 70 tahun, muncul sebuah pesan yang membuat hati terasa sunyi.
Salah satu anggota grup menderita kanker stadium 4 dan harus menjalani operasi besar. Salah seorang sahabat lamanya berinisiatif menggalang bantuan dari teman-teman alumni.

Namun yang terjadi justru membuat saya termenung: Tdak ada yang memberikan sumbangan. Bukan karena mereka tidak peduli. Bukan pula karena kehilangan rasa empati. Tetapi mungkin… mereka sendiri sedang berjuang diam-diam menghadapi kerasnya kehidupan masa pensiun.

Dan di situlah saya mulai memahami bahwa MASA PENSIUN sesungguhnya bukan hanya soal berhenti bekerja, tetapi tentang bagaimana manusia bertahan menghadapi kenyataan hidup dengan jujur.

Di usia senja, banyak orang tersenyum di grup WA, tetapi sesungguhnya diam-diam sedang berjuang menjaga hidupnya sendiri.

1. KETIKA NIAT MEMBANTU BERHADAPAN DENGAN REALITAS KEHIDUPAN

Saya percaya sebagian besar anggota grup sebenarnya memiliki niat membantu. Mereka pernah sekolah bersama, tertawa bersama, bahkan melewati masa muda bersama. NAMUN niat baik sering kali kalah oleh kemampuan.
Banyak pensiunan hidup dengan penghasilan tetap yang tidak pernah naik, sementara biaya hidup terus meningkat.

○ Harga makanan naik
○ Biaya listrik naik
○ Obat-obatan naik.
○ Biaya kesehatan melonjak.
○ dan Kebutuhan keluarga tetap berjalan.

AKHIRNYA banyak lansia hidup sangat pas-pasan. Dari luar terlihat tenang, tetapi sesungguhnya sedang menghitung pengeluaran hari demi hari.

Mereka ingin membantu, tetapi takut setelah membantu justru kesulitan memenuhi kebutuhan sendiri.

Dan itu adalah kenyataan pahit yang jarang dibicarakan secara terbuka. Tidak semua orang yang diam berarti tidak peduli; kadang mereka hanya sedang berjuang agar tetap bisa bertahan hidup.

2. BANYAK LANSIA MENYIMPAN MASALAH SENDIRI

Di usia muda, orang mudah bercerita tentang masalahnya. NAMUN memasuki usia lanjut, banyak orang justru memilih diam.

○ Ada yang anaknya menganggur.
○ Ada yang sakit tetapi tidak ingin diketahui.
○ Ada yang hidup sendiri.
○ Ada yang pensiunannya hampir habis untuk biaya obat.
○ Ada pula yang menanggung masalah keluarga yang tidak pernah selesai.

TETAPI semua itu tidak pernah muncul di grup WA.
Yang terlihat hanyalah:

● Moticon senyum..
● Ucapan selamat pagi...
● Foto cucu,
● Atau cerita nostalgia masa sekolah.

PADAHAL  di balik layar handphone kecil itu, banyak hati lansia sedang berusaha terlihat kuat.

Karena semakin tua, manusia sering merasa malu menunjukkan kesulitannya.
Usia tua mengajarkan manusia menyembunyikan luka dengan senyum yang sederhana.

3. BPJS dan GENGSI SOSIAL di MASA TUA

Sebagian anggota grup mungkin juga berpikir: _mengapa tidak menggunakan fasilitas BPJS..? Mengapa harus ke rumah sakit swasta yang mahal..?

PERTANYAAN ITU SEBENARNYA LAHIR dari REALITAS EKONOMI PENSIUNAN.

Di masa tua, kesehatan berubah menjadi aset sekaligus risiko terbesar. Satu kali sakit berat dapat menghabiskan tabungan puluhan tahun.
Karena itu banyak pensiunan akhirnya harus belajar realistis: Menggunakan BPJS, mengurangi gengsi, dan Menerima bahwa hidup tidak lagi sama seperti masa aktif bekerja.

Yang sering menyakitkan justru bukan penyakitnya, tetapi perubahan status sosialnya.

○ Dulu dilayani. Kini harus antre.
○ Dulu memiliki fasilitas kantor. Kini harus mengatur semua sendiri.

Dan tidak semua orang siap menerima perubahan itu dengan tenang.
Masa pensiun bukan hanya mengubah penghasilan, tetapi juga mengubah cara manusia memandang dirinya sendiri.

4. ENAM PILAR DASAR MENGHADAPI MASA PENSIUN

Dari peristiwa kecil di grup WA itu, saya merasa bahwa pensiunan sesungguhnya membutuhkan enam pilar utama agar mampu menjalani usia senja dengan lebih damai.

a. Penerimaan yang Jujur

Langkah pertama adalah menerima dengan jujur bahwa kita sudah pensiun.
Banyak orang gagal menikmati masa pensiun karena pikirannya masih hidup di masa lalu: masih ingin dianggap penting, masih ingin dihormati seperti dulu, masih sulit menerima perubahan status.

Padahal kehidupan telah berubah. Dan kedamaian hanya lahir ketika manusia berhenti melawan kenyataan.

Pensiun yang damai dimulai dari keberanian menerima kenyataan hidup dengan jujur.

b.Kesederhanaan

Kesederhanaan bukan berarti sengsara.
Kesederhanaan adalah kemampuan hidup secukupnya tanpa memaksakan gaya hidup lama.

Di usia pensiun, menjaga pengeluaran jauh lebih penting daripada menjaga gengsi.
Karena ketenangan hidup 
tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari *kemampuan mengendalikan kebutuhan.

Orang yang sederhana lebih mudah damai dibanding orang yang terus mempertahankan gengsi masa lalu.

c. Mencari Makna, Bukan Sekadar Eksistensi

Banyak pensiunan masih ingin terlihat sibuk agar dianggap penting. Padahal hidup tidak harus selalu tentang eksistensi.

Masa pensiun 
seharusnya menjadi masa menemukan MAKNA menikmati keluarga, berjalan pagi, membaca buku, berkebun, beribadah, atau sekadar menikmati hari dengan tenang.

Tidak perlu berhalusinasi seolah masih menjadi pusat dunia.
Karena hidup yang bermakna jauh lebih penting daripada hidup yang sekadar terlihat hebat. 
Di usia senja, makna lebih menenangkan daripada popularitas.

d. Kesehatan Adalah Risiko Terbesar

Di masa pensiun, kesehatan adalah aset sekaligus ancaman terbesar.
Sakit berat bukan hanya menguras fisik, tetapi juga keuangan dan mental.
Karena itu gunakan fasilitas kesehatan seperti BPJS tanpa gengsi. Tidak perlu memaksakan diri demi citra sosial.

Dan sebisa mungkin jangan membebani anak-anak. Bukan karena mereka tidak sayang, tetapi karena mereka pun sedang memikul beban hidupnya sendiri.

Menjadi tua dengan mandiri adalah bentuk kasih sayang terakhir kepada keluarga.

e. Membangun Kehidupan yang Damai

Masa pensiun seharusnya menjadi masa mengurangi konflik, bukan menambah beban.

Boleh bersilaturahmi. Boleh ikut komunitas. Boleh aktif berkegiatan.
TETAPI jangan memaksakan diri hanya demi terlihat masih eksis.
Karena kedamaian hidup lahir ketika manusia tahu kapan harus aktif dan kapan harus beristirahat dari hiruk-pikuk dunia.

Hidup yang tenang sering lahir dari kemampuan melepaskan keinginan untuk selalu dianggap penting.

f. Hidup dengan Rasa Syukur

Kesalahan terbesar manusia adalah terus membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Padahal setiap orang memiliki ujian dan jalannya sendiri.
Ada yang kaya tetapi kesepian. Ada yang sederhana tetapi damai.
Maka di usia senja, rasa syukur jauh lebih penting daripada rasa iri.
Karena orang yang bersyukur akan lebih mudah menerima hidup apa adanya.

Syukur membuat hidup terasa cukup, meski keadaan tidak selalu sempurna.

EPILOG:

Sunyi yang Harus Dipahami

Peristiwa kecil di grup WA itu mungkin terlihat biasa. Tetapi sesungguhnya ia adalah potret besar tentang kehidupan banyak pensiunan di negeri ini.

Mereka bukan tidak peduli. Mereka hanya sedang sama-sama berjuang.
Berjuang menghadapi tubuh yang melemah. Berjuang menghadapi biaya hidup. Berjuang menghadapi rasa sepi. Dan berjuang menerima bahwa kehidupan telah berubah.

Karena sesungguhnya, masa pensiun bukan tentang berhenti bekerja. Melainkan tentang belajar hidup lebih jujur, lebih sederhana, dan lebih damai.

Dan mungkin…yang paling dibutuhkan manusia di usia senja bukan kemewahan, tetapi hati yang mampu menerima kehidupan dengan rasa syukur.

Di usia tua, kedamaian lebih penting daripada gengsi, dan rasa cukup lebih menenangkan daripada pengakuan. Nah, begitu...!
(Unknow/group wa/05-2026)

Jumat, 29 Mei 2026

Bahaya Salafi-Wahabi Sekte Teroris: PEMBERONTAK & MENGHALALKAN DARAH KAUM MUSLIM


Wahabisme adalah paham "KEAGAMAAN" sekaligus gerakan "POLITIK" hasil perjanjian PAKTA DIR'IYAH thn 1744 antara Muhammad bin Abdul Wahhab & Ibnu Saud yang menghasilkan berdirinya negara Arab Saudi.

Pembantaian Karbala di Irak thn 1802 Ibnu Saud bin Abdulaziz bersama pasukan Wahabi membantai 5.000 penduduk sipil Syiah, menjarah harta benda penduduk & menghancurkan makam Husein bin Ali.

Pemberontakan pertama thn 1803 Ibn Saud bersama tentara Ikhwan Wahabi merebut Makkah & Madinah dgn melakukan pembantaian thdp penduduk sipil serta menghancurkan makam-makam & situs-situs sejarah.

Tujuan utama menguasai kota suci Makkah adalah utk menyebarkan faham Wahabisme.

Pemberontakan kedua thn 1924 Ibn Saud kembali merebut Makkah & melakukan pembantaian thdp kaum Sunni, Syiah, Sufi, Salaf, Ahlusunnah di kota Thaif.
(Catatan sejarah peristiwa ini di "AKUI" oleh sejarawan Utsmaniyah & barat, serta di sebutkan dlm dokumen² sejarah Wahabi sendiri)

Ingat & Catat

Wahabisme melahirkan kelompok teroris AL-QAEDA thn 1988 mengusung ideologi SALAFI-WAHABI Jihadi Ekstrimis.

"OSAMA BIN LADEN" jutawan asli ARAB SAUDI adalah Pendiri & Emir Jendral pertama AL-QAEDA lulusan Universitas KING ABDUL AZIZ (Jeddah).
Basis Ideologi : Salafisme Jihadis doktrin Wahabi.

Sel-Sel Pecahan Teroris AL-QAEDA 

Boko Haram berdiri thn 2002 misi menggulingkan pemerintahan Nigeria.
Al-Shabaab di Somalia & Afrika Timur berdiri thn 2006 misi menggulingkan pemerintahan Somalia.

Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) di Yaman & Arab Saudi berdiri thn 2009 misi menggulingkan pemerintahan Yaman & Arab Saudi.

Jabhat al-Nusra berdiri thn 2011 di pimpin Abu Muhammad al-Julani misi menggulingkan pemerintahan Suriah.

Membantai 46 orang kristen termasuk wanita & anak² yang di masukan ke dalam sumur di kota Sadad, menurut laporan Uskup Agung Ortodoks Suriah Boutros Selwanos Alnemeh.

(Kelompok ini yg bertanggung jawab atas bom bunuh diri yg menewaskan Ulama Sunni Syaikh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi thn 2013 di dlm Masjid).

Thn 2016 berganti nama jadi Jabhat Fatah al-Sham.

Thn 2017 bergabung jadi Hayat Tahrir al-Sham & berhasil menggulingkan pemerintahan Suriah.

Hayat Tahrir al-Sham : milisi Wahabi-Salafi yang sebelumnya berafiliasi dengan al-Qaeda, misi menggulingkan rezim Assad & menargetkan komunitas Syiah Alawi menewaskan 1.000 org, melakukan kekerasan di wilayah Latakia, Jableh & Tartous pada 2025.

Siapa Abu Muhammad al-Julani (Ahmed Hussein al-Sharaa) presiden Suriah sekarang?
Ia pemimpin Jabhat al-Nusra, Jabhat Fateh al-Sham & Hayat Tahrir al-Sham yang menghabiskan 5 thn di penjara Amerika.

Al-Julani dikirim oleh ISIS di Irak awal pemberontakan Suriah 2011 utk membentuk cabang Al-Qaeda Jabhat al-Nusra.

ISIS evolusi dari Al-Qaeda Irak berdiri thn 2013 oleh Abu Bakar al-Baghdadi yg menggabungkan kelompoknya dgn Jabhat al-Nusra di Suriah.

Awalnya bernama Jama'at al-Tawhid wal-Jihad didirikan thn 1999 oleh Abu Musab al-Zarqawi yang kemudian berjanji setia kpd Al-Qaeda.

ISIS mengadopsi ideologi Jihadi-Salafi

Al-Qaeda in the Indian Subcontinent (AQIS) berdiri thn 2014 di Asia Selatan targetnya Bangladesh, India & Myanmar.

Beberapa Daftar Teror Serangan Bom Wahabi-Salafi :

Thn 2003 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di komplek perumahan Ridayh menewaskan 39 orang.

Thn 2004 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Riyadh menewaskan 4 org warga sipil & melukai 178 org.

Serangan di Khobar menewaskan 22 orang & melukai 25 orang.
Thn 2009 serangan bom bunuh diri menewaskan 70 orang di Irak.
Bom bunuh diri di Baghdad menewaskan 153 orang.

Thn 2010 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Irak menewaskan 43 orang.

Thn 2011 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda terhadap peziarah Syiah menewaskan 27 orang di Irak dll.

Thn 2012 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Sana'a Yaman menewaskan 98 orang.

Thn 2012 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Damaskus Suriah menewaskan 55 orang.

Bom bunuh diri di persimpangan jalan menewaskan 25 orang.

Al-Qaeda juga menargetkan Masjid² di Damaskus.

Thn 2014 serangan bom bunuh diri Abu Hurairah al-Amriki warga Amerika di Idlib.
Thn 2016 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Tartus & Jableh menewaskan lbh dr 100 orang.

Thn 2016 serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Aden Yaman menewaskan 60 orang.

Serangan bom bunuh diri Al-Qaeda di Somalia & masih byk lagi.

Doktrin Salafi-Wahabi menganggap Umat Islam di luar kelompoknya Bid'ah, Khurafat, Sesat, Syirik, Subhat, Kafir & halal darahnya dgn melakukan pembantaian, teror bom bunuh diri & menghalalkan memberontak terhadap pemerintah yang sah.

Salafi-Wahabi adalah sekte KHAWARIJ yang terang²an melakukan pemberontakan & terlibat kekacauan serta huru hara di Irak thn 2003, Libya thn 2011, Suriah thn 2011, Yaman thn 2015, dengan misi menggulingkan pemerintahan yang mengakibatkan perang saudara, banyaknya kematian, kekacauan, ketakutan, kerusakan & teror di tengah masyarakat.

Coba perhatikan budak jongos Wahabi-Salafi antek Amerika Israel karena gak mampu membantah dgn bukti data pasti bakal emosi, marah², kejang² nuduh Syiah, nuduh Kafir, nuduh ahli Bid'ah dll serta mengingkari pelakunya bukan sekte Wahabi-Salafi karena malu dengen aliran Khawarijnya.

Doktrin Wahabi-Salafi tidak pernah salah, jika salah maka kembali ke awal Wahabi-Salafi ngotot tdk pernah salah

Dari Ibnu 'Abbas, iya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa yang tidak suka sesuatu pada pemimpinnya, bersabarlah. Barangsiapa yang keluar dari ketaatan pada pemimpin barang sejengkal, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah". (HR. Bukhari 7053 dan Muslim 1849).
(Dirangkum dr berbagai sumber fakta sejarah/group/fb/5-2026).

Sabar Cara Karta: "BUKANLAH KELEMAHAN YANG PASRAH"

Di suatu senja yang merah menitikkan embun di ujung daun talok, hiduplah seorang tua bernama Karta. Tubuhnya ringkih bagai bilah bambu term...