Sabtu, 14 Maret 2026

Dia Sangat Dekat


"Dia Sangat Dekat"
Dia berbisik mengusik qalbu,
Saat sunyi menikam waktu.
Tak ada suara mengganggu,
Cukup hati jernih menanti.

Firman-Nya tersurat abadi ,
Qaf-16 "Aku lebih dekat dari urat leher",
Namun sering kita berpaling,
Mencari-Nya nun jauh ke angkasa,
Padahal Ia terbenam, tenggelam, bersemayam dalam qalbu yang dalam.

Dalam hela nafas tak terbilang,
Dalam detak jantung berdentang.
Allah tahu gundah yang tak terucap,

Ketika air mata jatuh di sepertiga malam,
Doa pun tersimpan dalam sunyi dan diam.

Dekat bukan karena jarak,
Tapi karena kasih tak terbatas.

Hamba berpaling, Ia tetap menanti,
Hamba kembali, Ia sambut dengan kasih sayang
Maha Pengasih, sungguh tiada akan pernah pergi.

Maka, dekatkanlah jarak ini,
Bukan dengan langkah, tapi dengan dzikir hati.
Dengan sujud, dan butiran air mata,
Agar dapat bersua, dalam dekap rahmat-Nya.

(KGM/medioramadhan26)

Kamis, 12 Maret 2026

Mensyukuri Rahmat Allah


Bismilahirahmanirahim
Asalamumualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,

Mensyukuri rahmat Allah adalah bentuk pengakuan tulus atas segala karunia yang telah diberikan-Nya, mulai dari nikmat iman, kesehatan, hingga rezeki yang tampak maupun tidak.

Berdasarkan ajaran Islam, terdapat tiga cara utama untuk menunjukkan rasa syukur, yakni:

Pertama, melalui Hati (Syukur bil Qolbi): Meyakini sepenuhnya bahwa segala nikmat berasal hanya dari Allah dan merenungkan kebaikan-Nya.

Kedua, melalui Lisan (Syukur bil Lisan): Memuji Allah dengan mengucapkan kalimat Alhamdulillah dan senantiasa berzikir. 

Dan yang ketiga, melalui Perbuatan (Syukur bil Arkan) yakni dengan menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan dan kebaikan. Seperti menggunakan tubuh yang sehat untuk beribadah dan bekerja. Mengeluarkan zakat atau sedekah atas nikmat harta yang diterima agar lebih berkah. Serta mendoakan orang lain dengan tulus dan berbagi kebahagiaan.

Berterimakasih kepada Allah

Betapa sering kita menerima nikmat Allah tanpa mensyukurinya. Setiap pagi kita bangun dari tidur, menikmati udara segar, dan merasakan kesehatan, tetapi seberapa sering kita merenung dan berterima kasih kepada Allah atas rahmat-Nya yang tiada henti?

Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'” (QS. Ibrahim: 7)

Kita perlu merenung sejenak, mengingat bahwa setiap detik hidup kita adalah bukti dari rahmat Allah. Mari kita belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan, baik ketika kita menerima nikmat maupun ketika kita menghadapi ujian, karena dalam setiap peristiwa, Allah selalu menyertakan rahmat-Nya.

Allah berfirman:
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A'raf: 156).

Rahmat Allah tidak hanya hadir dalam bentuk kenikmatan, tetapi juga dalam bentuk ujian. Terkadang, Allah menguji kita dengan kesulitan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendekatkan kita kepada-Nya. 

Dalam setiap air mata yang jatuh, dalam setiap cobaan yang kita hadapi, ada rahmat Allah yang terselubung, yang bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan meningkatkan derajat kita di hadapan-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah pasti membawa kebaikan.

Marilah kita selalu mengingat dan mensyukuri rahmat Allah, karena hanya di bawah naungan rahmat-Nya kita akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati Aamiin,

Wallahu'alam bishawab...
Saudaraku, selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kita menjadi para PEMENANG. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin

Rabu, 11 Maret 2026

Mεnjαgα Hαti di Zαmαn Instαn


Sαhαbαt yαng dimυliαkαn Αllαh,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Mεnjαdi orαng jujur dαn pεnyαbαr di zαmαn yαng sεrbα instαn ini mεmαng tidαk mudαh. Kεhidupαn sεolαh mεndorong kitα untuk sεgεrα, tαnpα rεnung, tαnpα jεdα. Pαdαhαl, jiwα mαnusiα butuh rυαng, dαn rυαng itu bεrnαmα kεsαbαrαn dαn kεjujurαn. 

Kεsαbαrαn yαng mεnumbuhkαn, kεjujurαn yαng mεnyεlαmαtkαn. Di sαnα, αdα hαti yαng pεrlu dilαtih, bυkαn untuk mεnjαdi kuαt sεndiri, mεlαinkαn untuk mεnjαdi sαbαr dαn jujur di hαdαpαn Ilαhi.

Bεrpuαsα mεngαndυng εdυkαsi pαling mεndαlαm bαgi diri sεsεorαng. Iα bukαn sεkαdαr mεnαhαn rαsα lαpαr dαn dαhαgα, mεlαinkαn lαtihαn sunyi yαng mεnyεntuh inti diri. Sεlαmα sεbυlαn pεnυh, kitα dilαtih untuk mεnεmpα kεsαbαrαn, mεnguji kεjujurαn, dαn mεnυmbυhkαn sifαt-sifαt muliα yαng kεmυdiαn dihidυpkαn pαdα sεbεlαs bυlαn bεrikυtnyα.

Kεsαbαrαn dαn kεjujurαn bεrαkαr dαri sikαp ridhα αtαs kεtεntυαn Allah. Sαbαr dαlαm mεnghαdαpi musibαh, sαbαr dαlαm mεnjalαni kεtααtαn, dαn sαbαr dαlαm mεnαhαn diri dαri mαksiαt, sεmuαnyα mεnjαdi jαlαn pεmbεrsih jiwα.

Al-Qur'αn mεngαjαrkαn: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ -- 

“Hαi orαng-orαng yαng bεrimαn, mintαlαh pεrtolongαn dεngαn sαbαr dαn shαlαt. Sεsυnggυhnyα Allαh bεrsαmα orαng-orαng yαng sαbαr.” (QS. Al-Bαqαrαh [2]:153).

Puαsα αdαlαh ibαdαh yαng pαling pribαdi. Tαk αdα mαtα mαnusiα yαng bεnαr-bεnαr tαhυ, αpαkαh kitα mαmpu mεnjαgαnyα αtαυ tidαk. Di sitυlαh kεjujurαn dilαhirkan, bυkαn kαrεnα dilihαt, tεtαpi kαrεnα disαdαri bαhwα kitα sεlαlυ dαlαm pεngαwαsαn-Nyα.

Mαkα puαsα mεndidik kitα untuk jujur pαdα diri sεndiri, pαdα kεlυαrgα, pαdα mαsyαrαkαt, dαn pαdα Tυhαn. Dαri sitυ, tαkwα tυmbυh pεlαn-pεlαn, sεpεrti biji tαnαmαn yαng sεdαng mεnyεrαp αir kεhidupαn.
Al-Qur'αn kεmbαli mεngingαtkαn:

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ -- 

“Sεsυnggυhnyα hαnyα orαng-orαng yαng bεrsαbαrlαh yαng dicυkυpkαn pαhαlα mεrεkα tαnpα bαtαs.”_ (QS. Az-Zυmαr [39]:10).

Tidαk hαnyα orαng yαng sεdαng tεrlυkα yαng mεmbυtυhkαn sαbαr. Orαng yαng sεdαng bεrbαhαgiα pun pεrlυ sαbαr αgαr tidαk lυpα diri, tidαk tεrgεlincir pαdα kεsombongαn. Kαrεnα kεsαbαrαn bukαn hαnyα tεntαng bεrtαhαn, tεtαpi jugα tεntαng mεnjαgα kεsεimbαngαn.

Allαh ﷻ bεrfirmαn:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ -- 

“Αpα yαng αdα di sisimu αkαn hαbis, dαn αpα yαng αdα di sisi Allah αdαlαh kεkαl. Dαn sunggυh, Kαmi αkαn mεmbεri bαlαsαn kεpαdα orαng-orαng yαng sαbαr dεngαn pαhαlα yαng lεbih bαik dαri αpα yαng tεlαh mεrεkα kεrjαkαn.” (QS. An-Nαhl [16]:96).

Sαbαr bukαn bεrαrti diαm tαnpα usαhα. Iα αdαlαh gεrαk yαng tεrkεndαli, lαngkαh yαng sαdαr, dαn ikhtiαr yαng tεrjαgα dαlαm imαn. Sαbαr αdαlαh kεkuαtαn untuk tidαk tεrgεsα, tidαk tεrbαkαr εmosi, dαn tidαk tεrsεrεt olεh hαwα nαfsu.

Kεtikα sεsεorαng mεngαbαikαn kεsαbαrαn dαn kεjujurαn, kεmiskinαn bisα mεnjεrυmυskαnnyα pαdα kεkυfυrαn, dαn kεkαyααn pun bisα mεnyεrεtnyα kε jυrαng kεhαncυrαn. Tεtαpi dεngαn sαbαr dαn jujur, kεhidupαn mεnjαdi lεbih jεrnih, sεpεrti αir yαng mεngαlir tαnpα kεrυh.

Akhirnyα, orαng yαng sαbαr dαn jujur αdαlαh orαng yαng mαmpυ mεmbαlαs kεbυrυkαn dεngαn kεbαikαn. Bυkαn kαrεnα diα lεmαh, tεtαpi kαrεnα diα kuαt mεngεndαlikαn diri. Mαkα, jikα hαri ini kitα mεrαsα lεlαh, jαngαn cεpαt mεnyimpυlkαn bαhwα kitα kαlαh. Mυngkin kitα sεdαng dilαtih untυk lεbih sαbαr dαn lεbih jujur.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Bαndυng Sεlαtαn, 10 Mαrεt 2026
Μυchtαr ΑF
"Ιnspirε Withουt Limits"
Μεnginspirαsi Τiαdα Ηεnti

Selasa, 10 Maret 2026

Kepada Siapa Kita Harus Berakhlak


Dalam Islam, seorang Muslim diperintahkan untuk berakhlak mulia (berperilaku baik) kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Berikut adalah rincian kepada siapa saja kita harus berakhlak baik:

1. Kepada Allah SWT

Ini adalah landasan utama dari semua akhlak. Bentuknya adalah:

· Mengesakan-Nya (Tauhid): Tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.
· Ikhlas: Melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.
· Syukur: Selalu berterima kasih atas segala nikmat.
· Tawakal: Berserah diri setelah berusaha maksimal.
· Rida dan Sabar: Menerima ketetapan Allah dengan lapang dada.

2. Kepada Rasulullah SAW

Akhlak kepada beliau adalah dengan:
· Mencintai dan memuliakannya melebihi cinta kepada diri sendiri dan keluarga.
· Mengucapkan shalawat ketika namanya disebut.
· Mengikuti sunnah dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
· Mendahulukan sabdanya di atas pendapat siapa pun.

3. Kepada Diri Sendiri

Seorang Muslim juga bertanggung jawab untuk berbuat baik kepada dirinya sendiri, karena tubuh dan jiwa kita adalah amanah dari Allah. Caranya:
· Menjaga kesucian diri dari dosa dan maksiat.
· Menjaga kesehatan dengan makan yang halal dan thayyib, serta berolahraga.
· Mengembangkan potensi diri dengan menuntut ilmu.
· Bersikap jujur pada diri sendiri (introspeksi/muhasabah).

4. Kepada Keluarga

Keluarga adalah lingkungan terdekat yang paling utama untuk diberi akhlak terbaik:
· Kepada Orang Tua (Birrul Walidain): Berbakti, berkata lembut, mendengarkan nasihat, dan mendoakan mereka (QS. Al-Isra: 23-24).
· Kepada Pasangan (Suami/Istri): Bergaul dengan cara yang ma'ruf (baik), saling menghormati, dan memenuhi hak masing-masing.
· Kepada Anak-anak: Menyayangi, mendidik dengan baik, dan memberi nafkah yang halal.
· Kepada Saudara dan Kerabat: Menjalin silaturahmi, saling membantu, dan tidak memutus hubungan.

5. Kepada Masyarakat dan Lingkungan Sekitar

Akhlak mulia harus ditunjukkan dalam interaksi sosial:

· Kepada Tetangga: Tidak mengganggu, menjenguk jika sakit, berbagi makanan, dan menjaga kehormatan mereka. Rasulullah SAW bersabda ia tidak beriman jika tetangganya tidak aman dari gangguannya.
· Kepada Guru/Ustadz: Menghormati, merendahkan diri di hadapannya, dan mengamalkan ilmunya.
· Kepada Teman dan Saudara Seiman: Saling mencintai karena Allah, menasihati dalam kebaikan, membantu kesulitan, dan menutup aib.
· Kepada Pemimpin: Taat dalam kebaikan, mendoakan, dan menasihati dengan cara yang baik.
· Kepada Orang yang Lebih Tua: Menghormati dan menghargai pengalaman mereka.
· Kepada yang Lebih Muda: Menyayangi dan membimbing.

6. Kepada Non-Muslim

Islam mengajarkan akhlak yang baik kepada semua orang tanpa memandang agama, selama mereka tidak memerangi atau mengusir umat Islam dari kampung halaman mereka. Bentuknya:
· Berlaku adil dan jujur dalam muamalah (bisnis).
· Berbuat baik seperti memberi hadiah, menjenguk yang sakit, dan bertetangga dengan baik.
· Tidak mencela keyakinan mereka.

7. Kepada Makhluk Lain (Lingkungan dan Hewan)

Akhlak baik juga mencakup alam semesta:

· Kepada Hewan: Memberi makan dan minum jika dipelihara, tidak menyiksa atau membebaninya di luar kemampuan, dan menyembelih dengan cara yang baik dan halal.

· Kepada Lingkungan: Tidak merusak alam, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan.

Dengan demikian akhlak baik dalam Islam bersifat universal. Ia harus dipraktikkan kepada siapa pun dan di mana pun, karena Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Beliau memang sangat dikenal sebagai pemilik Akhlakul Karimah.

Beberapa contoh konkret perilaku berakhlak karimah meliputi:
  • Ash-Shidq: Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.
  • Al-Amanah: Dapat dipercaya dalam menjalankan tanggung jawab.
  • Husnuzon: Selalu berprasangka baik terhadap orang lain.
  • Ath-Thawadu': Rendah hati dan tidak meremehkan orang lain.
  • Al-Afuw: Mudah memaafkan kesalahan orang lain tanpa rasa dendam.

Dia Sangat Dekat

"Dia Sangat Dekat" Dia berbisik mengusik qalbu, Saat sunyi menikam waktu. Tak ada suara mengganggu, Cukup hati jernih menanti. Fi...