Senin, 02 Maret 2026

Ketika Kesabaran Bagai Sebuah Dongeng


Di negeri tempat fajar terbenam,
Kutemukan jejak terbalik pada langkah.

Anak-anak muda menangis, merintih diam...
Sementara yang tua tertawa renyah dalam resah.

Di sini, akal budi dienyahkan,
Yang lantang bersuara, dialah pemegang pedang menjadi pemenang.

Kebenaran telah digadaikan pada kepalsuan,
Dan cinta diam-diam dikhianati dengan penuh kemunafikan.

Waktu berjalan mundur lalu menghunjam masa berlalu,
Kenangan indah bagai sejumput bayangan di masa depan.

Kita pun berlari dengan tubuh sungsang,
Mengejar sesuatu yang telah terkubur masa silam.

Sungguh keadilan di negeri ini bagai fatamorgana,
Dekat di mata, jauh dari hati nurani.

Yang bersalah bebas berlenggang,
Yang benar memikul beban.

Tuhan, adakah ini ujian atau hukuman?
Saat dunia terbalik dalam tafsir makna.

Di mana doa terucap tanpa keimanan,
Dan kesabaran hanya menjadi cerita
Bagai sebuah dongeng.

Namun di sela sungsang yang membingungkan,
Kutemukan butir hikmah yang tersembunyi:
Bahwa dalam kacaunya poros kehidupan,
MencariMu adalah satu-satunya cara tegak berdiri.

Maka biar dunia terus berpaling arah,
Aku akan berjalan dengan kakiku sendiri.
Berpegang padaMu, di tengah kisah
Kehidupan sungsang yang penuh makna.
(kgm/kigempurmudharat/awal maret2026)

Minggu, 01 Maret 2026

Ketika Amal Tak Jadi Sandaran


Ikhlas dalam kacamata sufi bukan sekadar niat baik di awal amal, melainkan sebuah kondisi spiritual yang sangat dalam dan menjadi inti perjalanan menuju Allah. Para sufi memandang ikhlas sebagai pembersihan hati dari segala sesuatu selain Allah ketika beramal.

Berikut adalah penjelasan bagaimana ikhlas menurut kacamata tasawuf:

1. Ikhlas adalah "Tajrid" (Memurnikan) Motif

Dalam pandangan sufi, amal perbuatan ibarat sebuah bejana. Yang dimasukkan ke dalam bejana itu bisa jadi madu (ketaatan), tetapi jika tercampur setetes racun (riya', ujub, atau mengharap pujian makhluk), maka madu itu menjadi rusak.

Imam Al-Qusyairi, seorang ulama sufi besar, mendefinisikan ikhlas sebagai:
"Mengesakan Allah dalam ketaatan dengan tujuan mendekatkan diri kepada-Nya. Artinya, seorang hamba tidak bermaksud dengan ketaatannya untuk mencari penghormatan manusia, atau mencari kedudukan di sisi mereka, atau mencari pujian, atau mencari sesuatu selain Allah."

Jadi, ikhlas adalah memastikan bahwa satu-satunya "penggerak" amal adalah perintah Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya, bukan dorongan duniawi.

2. Tingkatan Ikhlas: Dari Awam ke Khawas

Para sufi membagi ikhlas dalam beberapa tingkatan, yang mencerminkan kedalaman spiritual seseorang:

· Ikhlasnya Orang Awam (Ikhlas Al-'Awam): Beramal karena ingin mendapatkan pahala dan surga, serta takut akan siksa neraka. Ini adalah ikhlas tingkat dasar, tetapi tetap terpuji. Dalam istilah sufi, ini disebut 'ubudiyyah (penghambaan karena imbalan).

· Ikhlasnya Orang Khusus (Ikhlas Al-Khawas): Beramal karena merasa malu kepada Allah dan karena Allah adalah satu-satunya Dzat yang layak disembah. 
Motivasinya adalah rasa syukur dan cinta. Mereka beribadah bukan karena takut neraka atau ingin surga, tetapi karena Allah adalah Tujuan tertinggi. Ini disebut 'ubudah (penghambaan karena kemuliaan Allah).

· Ikhlasnya Orang yang Paling Khusus (Ikhlas Khawas Al-Khawas): Pada tingkatan ini, seorang hamba bahkan tidak lagi "merasa" ikhlas. Jika ia merasa ikhlas, maka itu bisa menjadi "penyakit" baru (al-ihlās bi al-ikhlās). Mereka tenggelam dalam menyaksikan kebesaran Allah, sehingga tidak ada ruang tersisa untuk memikirkan keikhlasan dirinya sendiri. Semua adalah kehendak dan anugerah Allah semata.

3. Musuh Utama Ikhlas: As-Sirr (Sisi Tersembunyi Hati)

Menurut sufi, musuh ikhlas bukan hanya riya' (pamer) yang jelas, tetapi juga hal-hal halus yang tersembunyi di dalam hati, seperti:

· As-Sirr (Rahasia): Yaitu rasa bangga terhadap amal ibadah sendiri. Ketika seseorang bisa shalat malam, ia merasa hebat. Inilah yang disebut 'ujub (kagum pada diri sendiri). Para sufi sangat waspada terhadap penyakit ini, karena ia membatalkan keikhlasan secara halus.

· Syirik Khafi (Syirik Tersembunyi): Rasulullah menyebutnya lebih samar dari semut hitam di atas batu hitam di malam gelap. Ini adalah kecenderungan hati untuk mencari perhatian makhluk.

4. Metode Mencapai Ikhlas (Mujahadah)

Bagaimana cara mencapai ikhlas versi sufi? Mereka menekankan perlunya mujahadah (kesungguhan) dan riyadhah (latihan spiritual):

· Memperbanyak Diam dan Mengasingkan Hati: Untuk mengurangi ketergantungan pada penilaian manusia.

· Menyembunyikan Amal (Takhfi): Sebagaimana para salaf yang bersedekah hingga tangan kanan tidak tahu apa yang diberikan tangan kiri, para sufi melatih diri untuk menyembunyikan kebaikan. Jika bisa diam-diam, mengapa harus terang-terangan?

· Muhasabah (Introspeksi): Senantiasa mengoreksi motif di balik setiap tindakan. "Mengapa saya melakukan ini? Untuk siapa?"

5. Ikhlas sebagai Puncak Spiritual

Pada akhirnya, ikhlas dalam tasawuf adalah kondisi di mana seorang hamba (yang disebut mukhlish) telah mencapai tahap tauhid yang murni. Ia menyadari bahwa dirinya dan amalnya adalah ciptaan Allah. Ia tidak punya apa-apa, sehingga tidak pantas untuk dibanggakan. Amal shaleh pun ia pandang sebagai anugerah dari Allah, bukan hasil jerih payahnya.

Dalam kondisi ini, terwujudlah makna firman Allah:

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus." (QS. Al-Bayyinah: 

Ikhlas menurut kacamata sufi adalah kondisi hati yang terbebas dari "virus" makhluk dan diri sendiri, sehingga hanya Allah yang menjadi satu-satunya tujuan, motivasi, dan pengharapan dalam setiap hembusan napas dan gerak kehidupan.
Wallahu'alam

Jumat, 27 Februari 2026

Pahala Puasa Ramadhan Sepuluh Hari Pertama


Pada Sepuluh hari pertama puasa Ramadhan merupakan banjr pahala yang sarat dengan rahmat, maka dianjurkan melakukan amalan terbaik.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Karena keberkahannya ini, bulan Ramadhan juga disebut dengan Syahrul Mubarok yang dinanti-nanti segenap umat Islam. Kita diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh yang setiap harinya memiliki keutamaan,seperti rahmat dan maghfirah serta pahala yang berlimpah.

Untuk meningkatkan pahala berlimpah, kita dianjurkan  melakukan amalan-amalan terbaik di bulan yang baik ini. Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain tadarus Alquran, melaksanakan shalat sunnah, dan  bersedekah.

Selain melakukan amalan untuk meningkatkan pahala, kita perlu tahu keutamaan bulan Ramadhan yang terbagi menjadi tiga, yaitu sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, dan sepuluh hari terakhir. 

Pahala pada sepuluh hari puasa pertama Ramadhan berikut

1. Ditutupnya Pintu Neraka

Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang dirahmati dimana pintu pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majjah berikut:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Ketika tiba awal malam bulan Ramadhan, para setan dan pemimpin pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam’.”* (Lihat: Ibn Majjah al-Qazwaini, Sunan Ibn Majjah, [Beirut: Dar Fikr, T.t], j. 2, h. 26.).

2. Bulan yang Penuh Rahmat

Terdapat salah satu hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syuʽabul Iman dan juga diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dalam Sahih ibn Khuzaimah yang menyebutkan bahwa, Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.

Namun dikutip dari laman resmi NU Online, hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dalam Sahih-nya, menurut al-Suyuthi. Hadits ini bermuara pada satu sumber sanad (madar), yaitu Ali ibn Zaid ibn Jadʽan yang divonis oleh para ulama sebagai orang yang dhaif.

Laman resmi NU Online juga menjelaskan kebolehannya mengamalkan hadits ini karena pada prinsipnya, hadits yang berkaitan dengan fadhail amal (keutamaan beramal) itu boleh diriwayatkan atau dalam konteks pembahasan tulisan ini, boleh digunakan untuk ceramah, walaupun dhaif.

3. Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.

Salah satu amalan yang baik dan dianjurkan di bulan yang penuh berkah ini adalah membaca Al-Quran sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Quran berikut:

"Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Alquran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan ramadan."* (QS. Al Baqarah ayat 185).

Ini berarti, membaca Al-Quran di bulan Ramadhan merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan pahala (Ramadhan adalah Bulannya Alquran).

4. Terkabulnya Doa

Setiap kita pasti ingin doanya dikabulkan, karenanya kita harus mengetahui dan memanfaatkan waktu mustajab dalam berdoa. Salah satu waktu mustajab berdoa adalah di Bulan Ramadhan, salah satunya saat sahur.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya, Allah membebaskan beberapa orang pada setiap hari dan malam (Ramadhan), setiap hamba di antara mereka ada doa yang dikabulkan” (HR. Ahmad).

5. Allah Subhanahu Wata'ala Melihat Umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

Salah satu keutamaan sepuluh hari pertama puasa Ramadhan adalah Allah Swt. tidak memberikan azab kepada umat Rasulullah saw yang dilihat-Nya. 

Sebagaimana potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Al-Baihaqi dari Jabir: 

Pada suatu hari aku berada di sisi Utbah bin Farqad ketika Rasulullah Saw bersabda: “Telah diberikan kepada umatku bulan Ramadhan lima hal, yang belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelumku: Pertama, di permulaan bulan Ramadhan Allah melihat kepada para umatku. Barang siapa Allah melihat kepadanya niscaya tidak diadzab-Nya selamanya.”

Sederet keutamaan sepuluh hari pertama puasa Ramadhan semoga menjadi pengingat dan penyemangat untuk beribadah lebih khusyuk di bulan berkah. Selain khusyuk, mari tambah ibadah kita agar lebih bermakna dengan melakukan banyak kebaikan. Satu kebaikan yang terbaik lakukan dan bisa sangat bermanfaat untuk orang lain adalah sedekah.

Semoga bermanfaat...
Aamiin...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...*

Selasa, 24 Februari 2026

Tip Berpuasa bagi Lansia


Pengantar: Lansia diperbolehkan tidak berpuasa jika sudah tidak mampu atau memiliki kondisi kesehatan kronis, dengan menggantinya melalui fidyah. Jika sehat, lansia dapat berpuasa dengan mengatur pola makan (gizi seimbang), hidrasi yang cukup (8-10 gelas air), menghindari gorengan/kafein, serta konsultasi dokter terlebih dahulu

Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia).
Secara umum untuk yang berusia lanjut dan juga untuk semua kalangan.
Mudah2an bermanfaat.

● Saat sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi. Pasalnya, dua asupan tsb membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

● Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

● Saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa
dipenuhi.

● Mengonsumsi pisang saat berbuka sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

● Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung, koroner dan hipertensi.

● Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

● Konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

● Hindari terlalu banyak makanan es, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menjalankan ibadah shaum dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan 1447H ini. Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan khusyu' serta ikhlas menjalaninya. Aamiin ya Rabb.

Ketika Kesabaran Bagai Sebuah Dongeng

Di negeri tempat fajar terbenam, Kutemukan jejak terbalik pada langkah. Anak-anak muda menangis, merintih diam... Sementara yang tua tertawa...